BANTUL, KAMIS - Sejak pemantuan jentik nyamuk terus digalakkan, angka bebas jentik nyamuk di Kabupaten Bantul terus meningkat. Tahun ini angkanya tercatat 80 persen, atau naik 5 persen dari tahun lalu. Untuk mencapai angka ideal 95 persen, setiap kepala keluarga turut berperan aktif sebagai pemantau jentik.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul dr Siti Noor Zaenab Syech Said, Kamis (16/10) di kantornya mengatakan, pemantuan jentik masih difokuskan di enam kecamatan endemis yakni Banguntapan, Sewon, Kasihan, Piyungan, Sedayu, dan Kecamatan Bantul. Masing-masing desa di enam kecamatan tersebut ditaruh 1 orang juru pemantau jentik (jumantik).
Selain tingkat desa, kami juga menunjuk 2.427 jumantik tingkat RT. Mereka bertugas memantau jentik di setiap rumah dengan cara mengecek bak mandi dan tempat penampungan air lainnya. "Dengan menerjunkan jumantik, angka bebas jentik terus naik," katanya.
Minimnya anggaran membuat penempatan jumantik tidak bisa dilakukan di sebelas kecamatan lainnya. Karenanya diharapkan masing-masing kepala keluarga bisa bertindak sebagai jumantik. Tugasnya adalah mengecek jentik di rumahnya masing-masing minimal satu kali seminggu, karena siklus hidup nyamuk selama 10 hari.
Menurut Zaenab, bila pemantuan jentik dilakukan secara intensif maka pemberantasan sarang nyamuk (PSN) berlangsung efektif. Bila sarang-sarang nyamuk bisa dibasmi, maka kegiatan pengasapan atau fogging tidak perlu dilakukan karena tujuan utamanya membunuh nyamuk dewasa, katanya.
Dinkes berupaya untuk meminimalisir pengasapan karena tindakan ini memiliki beberapa kelemahan. Penyemprotannya membutuhkan orang-orang khusus dan biaya relatif mahal. Bahan insektisida yang digunakan dapat membunuh biota lainnya selain nyamuk, dan bahan kimia tersebut tidak baik bagi manusia.
Pengasapan hanya dilakukan bila ditemukan kasus demam berdarah di suatu daerah, katanya.
Menjelang musim hujan masyarakat dihimbau untuk mewaspadai Demam Berdarah Dengue (DBD). Sampai dengan bulan September jumlah kasus DBD mencapai 363 orang dengan korban meninggal 4 orang. Tahun lalu jumlahnya mencapai 587 o rang dengan korban meninggal 12 orang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang